Bale Menjalani Peran Berbeda di Real Madrid

 

Musim ini Bale telah bermain dalam 41 pertandingan di segala ajang. Dari jumlah penampilan tersebut ia mencetak 17 gol dan 10 asisst. Torehan golnya menjadi yang ketiga terbanyak Madrid setelah Ronaldo dan Karim Benzema.

Sebagai seorang pemain sayap, tentunya torehan ini sudah cukup cemerlang. Tengok saja apa yang ditorehkan Eden Hazard. Pemain Chelsea ini dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris dengan torehan 13 gol dan 9 assist. Jika ditotal dengan seluruh penampilannya musim ini, dari 43 penampilan di segala ajang, Hazard total mencetak 19 gol dan 10 assist.

Tapi perbedaan statistik yang tipis ini membedakan dengan tegas nasib kedua pemain. Bale tetap mendapatkan kritik tajam meski torehan golnya pada musim ini hanya kalah dua gol dari pemain terbaik Liga Inggris musim ini. Sedangkan Hazard, begitu dipuja-puja para pendukung Chelsea karena berkat aksinya Chelsea berhasil menjadi juara Liga Inggris.

Inilah yang membedakan Bale dengan pemain lainnya di seluruh dunia. Sebagai pemain termahal dunia, ditransfer dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 85 juta pounds, ia dituntut untuk selalu bermain sempurna. Ia dituntut untuk menggelontorkan banyak gol seperti dilakukan Ronaldo, yang juga ditransfer dengan biaya termahal dunia pada 2009, dengan 80 juta pounds.

 

Ketika Madrid meraih hasil buruk, Bale kerap dikambinghitamkan. Pemain lulusan akademi Southampton ini dianggap bermain terlalu egois. Ia terlalu sering melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ketimbang mengoper bola pada rekan setimnya yang memiliki posisi lebih baik untuk melepaskan tembakan.

“Ia tidak mau berusaha menyatu dengan tim walaupun telah lebih 20 bulan berada di Madrid,” ujar reporter senior harian Spanyol Marca, Enrique Ortego.

Inilah anggapan yang sebenarnya tak layak disematkan pada Bale. Karena sejatinya, gaya bermain terbaik Bale memang seperti itu: egois dan individualis. Hal ini pun pernah dikatakan oleh Frank Lampard, mantan lawannya di Liga Inggris.

“Dia adalah pemain yang memiliki sedikit ego. Tapi justru ia harus bermain lebih egois lagi untuk menjadi bintang yang lebih besar,” ujar Lampard seperti yang dilansir Skysport pada 19 Februari silam.

Pendapat Lampard ini cukup beralasan. Yang menjadikan Bale berharga 85 juta pounds adalah total golnya yang mencapai 31 gol bagi Tottenham dan timnas Wales pada musim 2012/2013. Dan dari ke-31 gol tersebut, banyak golnya yang dicetak berkat aksi individunya. Bahkan hampir setengahnya, 14 gol, ia lesakkan dari luar kotak penalti.

Sekarang bandingkan dengan 39 gol yang telah ia cetak untuk Madrid dalam dua musim: hanya tujuh yang berasal dari luar kotak penalti. Di sini terlihat bahwa untuk mencetak gol, Bale harus berada di kotak penalti dan menunggu operan matang dari rekan setimnya.

Statistik dari whoscored pun semakin menujukkan bahwa Bale memang harus egois. Pada musim 2012/2013, yang menjadi musim terbanyaknya ia mencetak gol, rata-rata tembakan yang ia lepaskan dalam satu pertandingan mencapai lima kali. Berbeda ketika selama ia membela Madrid, rataan tembakan yang ia lepaskan tak sampai menyentuh angka empat, hanya 3,3 kali per pertandingan.

Torehan rataan tembakan ini jauh lebih sedikit dibanding Ronaldo yang telah mencetak 45 gol. Rataan tembakannya mencapai 6,3 per pertandingan. Lionel Messi yang mengoleksi 41 gol, mencapai 4,9 kali per game. Sergio Aguero yang mendulang 25 gol, butuh 4,5 kali tembakan per pertandingan. Pun begitu dengan Carlos Tevez yang menjadi top skorer Serie A Italia dengan 3,5 kali tembakan per pertandingan.

Keberadaan Ronaldo dalam skuat Madrid memang membuat tugas utama Bale bukan lagi mencetak gol, melainkan sebagai tandem Ronaldo. Dan strategi ini sebenarnya telah sesuai rencana, di mana Ronaldo saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di seluruh kompetisi Eropa.

Namun sepakbola pada akhirnya kerap berakhir dengan soal hasil akhir, apalagi jika menyangkut tim seambisius Real Madrid. Torehan banyak gol yang diraih Ronaldo tak menghasilkan apa-apa bagi Madrid. Dan Bale yang dituntut mencetak lebih banyak gol dari torehannya saat ini, karena merupakan pemain termahal dunia, akhirnya mendapatkan sorotan.

Selain peran yang berbeda, posisi Bale di Madrid pun berbeda dengan posisi yang ia mainkan ketika bermain cemerlang bersama Tottenham. Ini pun sebenarnya bisa menjadi alasan kuat mengapa Bale dinilai bermain di bawah standar.

Please like & share: