Kongres FIFA Selesai, Indonesia Tak Dibahas

Kongres FIFA Selesai, Indonesia Tak Dibahas

Jakarta – Menurut jadwal, Kongres FIFA sudah berakhir pada tanggal 29 Mei. Lalu bagaimana dengan sanksi terhadap Indonesia yang didengung-dengungkan bakal jatuh pada tanggal tersebut?

Kongres FIFA ke-65 telah dihelat pada tanggal 28-29 Mei. Salah satu hasil besarnya adalah terpilihnya kembali Sepp Blatter sebagai presiden FIFA untuk periode kelima.

Sesuai runtunan agenda yang dijabarkan di laman situs web FIFA.com (link: agenda Kongres FIFA ke-65), pidato Blatter sudah menutup kongres tersebut. Kongres FIFA berikutnya akan dilangsungkan di Meksiko pada 12-13 Mei 2006.

Satu pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah bagaimana dengan ancaman sanksi untuk persepakbolaan Indonesia yang sempat disebut akan jatuh pada tanggal 29 Mei, atau pada saat FIFA melangsungkan kongres.

Mengutip sumber yang sama di FIFA.com, sejatinya memang tidak ada agenda mengenai bahasan khusus seputar Indonesia di dalam Kongres kali ini, termasuk potensi sanksi atas masalah dalam persepakbolaan di Indonesia saat ini.

Pun demikian, dari sumber yang terhimpun, pihak PSSI masih menyebut bahwa sanksi tetap dapat dijatuhkan FIFA untuk Indonesia. Bukan dalam Kongres FIFA, melainkan pertemuan komite executive (Exco) FIFA atau emergency meeting FIFA.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 30 Mei ini FIFA memang mengagendakan pertemuan Exco–bertajuk Extraordinary Executive Committee. (link: pertemuan FIFA di 2015)

Akan tetapi, dari sumber di laman tersebut sejauh ini agenda yang tertera dalam pertemuan itu adalah laporan dari presiden FIFA sebagai pembuka. Lalu ada agenda tentang Administrasi dan Keuangan yang membahas komposisi baru Exco FIFA menyusul kongres konfederasi-konfederasinya, komposisi baru Komite Darurat dan Keuangan FIFA, dan representasi anggota Exco FIFA di standing comittee. Agenda berikutnya adalah mengenai Kompetisi. Topik bahasannya adalah slot per konfederasi untuk Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Berikutnya disebut bahwa pertemuan selanjutnya akan akan diselenggarakan di Zurich, 24 dan 25 September depan. (link: agenda pertemuan Exco)

Walhasil, sejauh ini potensi dan ada-tidaknya sanksi FIFA terhadap Indonesia masih jadi tanda tanya.

Please like & share: