Mourinho: City Seharusnya Dapat Pengurangan Poin

Mourinho: City Seharusnya Dapat Pengurangan Poin

London – Di tengah pembicaraan soal kans Chelsea meraih gelar akhir pekan ini, Jose Mourinho malah memberikan komentar pedas terhadap Manchester City. Dia kembali menyebut City harusnya dapat pengurangan poin musim ini.

Chelsea tinggal selangkah lagi memastikan gelar juara Premier League musim ini. Mereka hanya butuh tiga poin atau satu kemenangan saat menjamu Crystal Palace, Minggu (3/5/2015) malam WIB.

Di tengah ramainya topik soal timnya –Chelsea sebelumnya juga jadi sorotan terkait gaya main yang disebut membosankan–, Mourinho malah menyinggung City. Tim yang sempat jadi rival langsung dalam perebutan gelar musim itu dinilainya patut mendapatkan pengurangan poin musim ini.

Sebabnya tak lain karena pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan UEFA. Seperti diketahui, tahun lalu City didenda 49 juta poundsterling karena melanggar FFP.

Mereka juga mendapatkan pengurangan jatah pemain di Liga Champions dari 25 jadi hanya 21 pemain. Selain itu, tim besutan Manuel Pellegrini harus membatasi pengeluaran gaji selama dua musim dan belanja pemainnya harus memperhatikan hitung-hitungan pemasukan bersih.

Bagi Mourinho, hukuman tersebut kurang adil. Dia menilai seharusnya pengurangan poin diterapkan untuk para pelanggar aturan FFP.

“Ketika Manchester City membayar denda 50 juta karena mereka melanggar FFP, saya rasa itu tidak adil. FFP seharusnya dipenuhi dan harus begitu. Para pelanggar seharusnya dihukum dengan pengurangan poin,” ujarnya kepada Daily Mail.

Bukan kali ini saja Mourinho vokal terkait City dan FFP, dia sebelumnya sudah mengungkapkan hal serupa. Dia juga lagi-lagi mengatakan bahwa aturan tersebut hanya menguntungkan klub-klub besar.

Chelsea sendiri ditegaskannya tak akan melanggar peraturan tersebut. Justru Mourinho menilai FFP membuat timnya makin cerdik dalam bergerak di bursa transfer dan mengatur sumber daya.

“Pemilik kami ingin mematuhi FFP. Dia tidak mau masuk ke dinamika-dinamika soal membayar denda,” ujarnya.

“FFP menguntungkan klub-klub seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern, yang punya basis penggemar besar dan mendapatkan pemasukan sangat besar dari sponsor dan penjualan merchandise.”

“Di Chelsea misalnya, kami tidak ingin membayar denda apapun. Kami hidup dengan apa yang kami miliki. Saya merasa sangat nyaman dengan itu.”

“Itu memaksa kami untuk jadi lebih baik, untuk mengatur sumber daya kami dengan lebih baik, untuk hidup dengan apa yang kami ciptakan. Itu memaksa kami untuk berpikir lebih banyak. Kami harus menjual lebih dahulu sebelum membeli, juga bersikap waspada dengan apa yang Anda jual dan yang dibeli,” tandas pria Portugal itu.

Please like & share: