• Home »
  • News »
  • Presiden Dukung Menpora, Wapres Ingin SK Pembekuan PSSI Dicabut

Presiden Dukung Menpora, Wapres Ingin SK Pembekuan PSSI Dicabut

Presiden Dukung Menpora, Wapres Ingin SK Pembekuan PSSI Dicabut

Jakarta – Masalah sepakbola akhirnya masuk juga ke istana pemimpin negara. Jika Presiden Joko Widodo mendukung langkah Menpora, Wapres Jusuf Kalla ingin SK pembekuan PSSI dicabut.

Pernyataan Jokowi mendukung Menpora Imam Nahrawi diucapkan langsung pertama kalinya pada 15 Mei lalu. Kala itu Jokowi ditanya soal keputusan Imam yang membekukan PSSI.

“Yang jelas saya dukung penuh apa yang sudah diputuskan Menpora,” kata Jokowi kala itu.

Saat disinggung bahwa pembekuan PSSI berpotensi mendatangkan sanksi dari FIFA, lagi-lagi orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan, ‎”Saya dukung penuh apa yang sudah diputuskan oleh Menpora.” [Baca beritanya di sini]

Wapres Jusuf Kalla juga sudah mengeluarkan pernyataan seputar masalah ini. Usai bertemu Imam, Hinca Panjaitan, Agum Gumelar dan Rita Subowo di Istana Wapres hari ini, politisi senior dari Partai Golkar itu melontarkan harapan supaya SK pembekuan PSSI dicabut.

“Mudah-mudahan (proses pencabutan) hari ini selesai, sebentar lagi,” kata JK, yang juga menegaskan bahwa PSSI harus kembali diaktifkan untuk menjalankan roda sepakbola nasional.

“Otomatis (pengurus PSSI hasil KLB 18 April lalu). ‘Kan dipilih secara demokratis. Nanti tentu La Nyalla akan dinilai dari prestasinya di PSSI. Tentu yang menilai adalah anggota dan juga ketua kehormatan,” tambahnya. [Baca selengkapnya di sini]

Apakah presiden dan wakilnya tidak kompak? Berikut ini keterangan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada wartawan di Istana Presiden, Jln. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/5/2015) sore:

“(Presiden) mendukung langkah-langkah yang sudah diambil Kemenpora. Akan ada kajian lebih dalam untuk itu, supaya realisasi dari langkah Menpora untuk meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia segera terjadi.”

Soal Jokowi mendukung Menpora tapi JK ingin SK pembekuan PSSI dicabut, Andi menjawab pendek: “Tidak ada bedanya itu nanti. Langkahnya dari Kemenpora.”

Jadi?

Please like & share: