Tatang Koswara Sniper Terbaik di Indonesia

tatang koswara

 

Tatang Koswara pria kelahiran medan, sumatera utara 16 desember 1946 merupakan  salah satu dari 14 sniper, penembak jitu atau penembak runduk dari TNI AD yang di nobatkan terbaik di indonesia dan masuk dalam daftar terbaik di dunia wafat usai menjadi bintang tamu di acara “Hitam Putih” Trans7 pada tanggal 3 maret 2015.

Diketahui beliau merupakan seorang penembak jitu terbaik yang pernah di lahirkan di bumi pertiwi ini. Lahir dari keluarga tentara membuat beliau masuk ke dalam dunia militer melalui jalur tamtama pada tahun 1966 di banten. Beliau pernah mengikuti program MTT (mobile Training Teams) di pimpin oleh pelatih Green Berets Amerika Serikat, Kapten Conway. dan dari hasil latihan mereka hanya 17 orang yang berhasil lulus dari 60 orang dan beliau memiliki sandi “Siluman 3”.

Pada tahun 1975 dia pernah bertugas di Timor Timur dan menjadi sniper yang paling di takuti oleh ke . Seperti yang dia katakan kepada Deddy Corbuzier “Saya memiliki 50 peluru dan 49 peluru sudah saya habiskan untuk para pemberontak yang mau mengganggu stabilitas negri ku Indonesia maka kusisakan 1 buah peluru terakhir untuk diriku jika saya tertangkap”.

Tidak hanya sampai di situ saja cerita dari beliau. beliau juga mengatakan bahwa dia pernah tertembak di kaki dan ini belum sempat dia katakan kepada publik dan hanya dia sampaikan kepada Deddy Corbuzier saja “Saya pernah tertembak di kaki dan saya mengikat luka tembakan tersebut dengan ikatan kepala saya yang bewarna merah putih, Saya ingin darah saya hanya tumpah untuk bendera merah putih saja dan saya selipkan foto istri saya di dalamnya. dan cerita ini dia sampaikan kepada Deddy Corbuzier pada saat jeda iklan.

Dan dia juga mengatakan kepada Deddy Corbuzier bahwa “darah saya di merah putih”. Tidak lama kemudian serangan jantung dia kambuh dan di bawa ke rumah sakit medistra.. Ternyata Tuhan berkehendak lain dan kita telah kehilangan Putra Terbaik dari Angkatan Darat yaitu Tatang Koswara.

tatang koswara pingsan

Dan yang terakhir saya dapatkan berita tentang beliau beliau pernah menolak untuk menuntut terlalu banyak dengan tunjangan pensiun dari pangkat terakhir pembantu letnan satu (peltu) dan dia hanya membuka warung makan kecil untuk menghidupi anak istri dia.

Sungguh sifat nasionalisme yang sangat tinggi yang membuat kita semua merasakan duka yang sangat dalam karena semangat juang beliau untuk mempertahankan Negara tercinta kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat Jalan Kakekku Tatang Koswara.. Semoga kamu Tenang di SisiNya. Jasa Jasa mu akan selalu di kenang oleh anak bangsa kakek.

Please like & share: